Peternakan

Dinas TPHP Sulbar Targetkan Peternakan Terintegrasi Jadi Sektor Unggulan

Dinas TPHP Sulbar Targetkan Peternakan Terintegrasi Jadi Sektor Unggulan
Dinas TPHP Sulbar Targetkan Peternakan Terintegrasi Jadi Sektor Unggulan

JAKARTA - Pengembangan sektor peternakan kini tidak lagi cukup jika hanya berhenti pada pemberian bantuan ternak kepada masyarakat. 

Tantangan ke depan menuntut pendekatan yang lebih menyeluruh, berkelanjutan, dan terintegrasi dari hulu hingga hilir. Inilah yang menjadi fokus Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan (TPHP) Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) dalam mendorong pembangunan ekosistem hilirisasi peternakan secara terpadu.

Melalui pendekatan tersebut, sektor peternakan diharapkan tidak hanya meningkatkan populasi ternak, tetapi juga mampu menciptakan nilai tambah ekonomi, membuka peluang usaha baru, serta memperkuat kesejahteraan petani dan peternak. 

Upaya ini sekaligus menjadi bagian dari strategi pembangunan ekonomi daerah yang lebih inklusif dan berdaya saing.

Hilirisasi Peternakan Jadi Fokus Pembangunan

Kepala Dinas TPHP Provinsi Sulbar, Hamdani Hamdi, menegaskan bahwa pengembangan peternakan ke depan harus masuk dalam kerangka hilirisasi yang utuh. Artinya, program pemerintah tidak berhenti pada distribusi bantuan ternak semata, melainkan mencakup seluruh rantai produksi.

“Kami mendorong agar pengembangan ternak kambing ini masuk dalam ekosistem hilirisasi, mulai dari pembibitan, penggemukan hingga pemasaran,” kata Hamdani Hamdi.

Menurut Hamdani, pendekatan hilirisasi menjadi kunci agar peternakan benar-benar memberikan dampak ekonomi yang berkelanjutan. Dengan sistem yang terintegrasi, peternak tidak hanya berperan sebagai penerima bantuan, tetapi juga sebagai pelaku usaha yang terlibat aktif dalam rantai nilai peternakan.

Hasil Monitoring Tunjukkan Perkembangan Positif

Pernyataan tersebut disampaikan Hamdani saat melakukan monitoring bantuan bibit ternak kambing yang telah disalurkan kepada kelompok penerima bantuan tahun anggaran 2025 di Kabupaten Polewali Mandar. 

Monitoring dilakukan untuk memastikan bahwa bantuan yang diberikan benar-benar berkembang dan dikelola dengan baik oleh masyarakat.

Setelah enam bulan sejak penyerahan bantuan, program tersebut menunjukkan progres yang cukup signifikan. Data lapangan mencatat adanya peningkatan populasi ternak yang cukup pesat di kelompok penerima bantuan.

“Alhamdulillah, saat ini telah tercatat sebanyak 134 ekor kelahiran dan 276 ekor ternak dalam kondisi bunting. Artinya, sekitar 25 persen sudah produktif, dan angka ini akan terus bertambah seiring waktu,” ujar Hamdani.

Capaian ini menjadi indikator bahwa program bantuan bibit ternak kambing berjalan sesuai harapan. Produktivitas ternak yang meningkat mencerminkan keberhasilan pendampingan serta kesiapan peternak dalam mengelola bantuan yang diberikan.

Selaras dengan Visi Pembangunan Daerah

Hamdani menjelaskan bahwa keberhasilan program peternakan tersebut sejalan dengan visi dan misi Panca Daya Provinsi Sulbar. Pembangunan sektor pertanian dan peternakan diposisikan sebagai salah satu pilar utama penggerak ekonomi daerah.

“Ini membuktikan bahwa program yang dilaksanakan benar-benar berjalan dengan baik. Dampaknya nyata dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi di sektor pertanian dan peternakan, sekaligus memperkuat kesejahteraan petani dan peternak,” katanya.

Dengan pendekatan yang terintegrasi, sektor peternakan tidak hanya berfungsi sebagai penyedia pangan, tetapi juga sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru. Hal ini dinilai penting untuk menciptakan struktur ekonomi daerah yang lebih kuat dan berimbang.

Sulbar Berpeluang Jadi Pemasok Bibit Ternak

Lebih lanjut, Hamdani menyampaikan bahwa dengan potensi sumber daya alam dan dukungan kebijakan yang ada, Sulawesi Barat memiliki peluang besar untuk menjadi daerah pemasok bibit ternak, tidak hanya untuk kebutuhan internal, tetapi juga antarwilayah.

Ia menilai Sulbar sangat memungkinkan untuk memasok kebutuhan bibit ternak ke wilayah seperti Kalimantan Timur dan daerah lainnya. Peluang ini semakin terbuka seiring pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) yang membutuhkan pasokan pangan dan ternak dalam jumlah besar.

“Kami optimistis Sulbar ke depan bisa menjadi daerah penyangga dan pemasok bibit kambing berkualitas, khususnya untuk mendukung kebutuhan pangan dan peternakan di wilayah Ibu Kota Nusantara dan sekitarnya,” ujar Hamdani.

Optimisme tersebut didukung oleh perkembangan populasi ternak yang positif serta kesiapan kelompok peternak yang mulai terlatih dalam mengelola usaha peternakan secara lebih profesional.

Pendampingan Jadi Kunci Keberlanjutan Program

Sementara itu, Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas TPHP Sulbar, Nur Kadar, menegaskan komitmen jajarannya untuk terus mengawal keberlanjutan program bantuan ternak. Pendampingan dinilai menjadi faktor penting agar bantuan yang diberikan benar-benar berkembang dan tidak berhenti di tengah jalan.

“Kami akan terus melakukan pendampingan, monitoring dan evaluasi secara berkala agar bantuan ini benar-benar berkembang dan memberikan manfaat jangka panjang bagi peternak,” kata Nur Kadar.

Menurut Nur Kadar, program bantuan bibit ternak kambing tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan populasi ternak di Sulbar. Program ini juga diharapkan menjadi fondasi bagi terwujudnya ekonomi peternakan berbasis hilirisasi yang berkelanjutan dan berdaya saing antarwilayah.

“Targetnya bukan hanya swasembada di Sulbar, tetapi juga menjadikan Sulbar sebagai sentra dan penyuplai bibit kambing ke provinsi tetangga,” katanya.

Dampak Nyata bagi Peternak Lokal

Manfaat program bantuan tersebut juga dirasakan langsung oleh para peternak. Masdar, Ketua Kelompok Tani Pemuda Aribang Kabupaten Polewali Mandar, mengungkapkan rasa syukur atas bantuan yang diberikan oleh Pemerintah Provinsi Sulbar.

“Kami sangat bersyukur atas bantuan kambing ini. Kambingnya besar dan produktif. Saat ini sudah tujuh ekor yang melahirkan dan ekor ekor dalam kondisi bunting. Bantuan ini sangat membantu meningkatkan ekonomi kelompok kami,” ujar Masdar.

Pengakuan dari peternak tersebut menunjukkan bahwa program yang dijalankan tidak hanya berdampak secara statistik, tetapi juga dirasakan langsung oleh masyarakat.

Dengan pendekatan hilirisasi dan pendampingan berkelanjutan, sektor peternakan di Sulbar diharapkan mampu tumbuh sebagai kekuatan ekonomi baru yang berkelanjutan.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index